MARCUS TULLIUS CICERO

1. De Oratore

(Tentang Orator / Seni Berpidato)


2. De Re Publica

(Tentang Republik)


3. De Legibus

(Tentang Hukum)


4. De Officiis

(Tentang Kewajiban / Etika)


5. Tusculanae Disputationes

(Pembahasan Tusculan)


6. Philippicae

(Filipika)


7. Paradoxa Stoicorum

(Paradoks Stoik)


8. De Natura Deorum

(Tentang Kodrat Para Dewa)


9. Pro Caelio

(Pembelaan untuk Caelius)


10. Epistulae ad Familiares, Ad Atticum, dan Ad Quintum Fratrem

(Surat-surat Cicero)


De Re Publica (Tentang Republik), salah satu karya besar Cicero yang membahas konsep negara, keadilan, dan pemerintahan:


1. Negara sebagai "Res Publica" (Urusan Publik)


2. Bentuk Pemerintahan Ideal: Campuran Tiga Sistem


3. Keadilan sebagai Fondasi Negara


4. Filosofi Politik: Hubungan antara Moralitas dan Politik


5. Tugas Warga Negara


6. "Mimpi Scipio" (Bagian VI dari De Re Publica)


7. Kritik terhadap Ketidakadilan dan Tirani


8. Relevansi Hukum Alam (Lex Naturalis)


9. Pendidikan dan Kebajikan bagi Pemimpin


Kesimpulan: Harmoni dan Keberlanjutan Negara


Pro Caelio, salah satu pidato pembelaan yang paling terkenal dari Marcus Tullius Cicero. Karya ini adalah pidato yang Cicero sampaikan di pengadilan untuk membela Marcus Caelius Rufus, seorang pria muda berbakat yang dituduh melakukan berbagai kejahatan, termasuk percobaan pembunuhan, kekerasan, dan penggelapan.


Latar Belakang Pro Caelio


Poin-Poin Penting dari Pro Caelio:

1. Fokus pada Kredibilitas Clodia


2. Pemisahan Kehidupan Pribadi dan Tuduhan Hukum


3. Pembelaan terhadap Karakter Marcus Caelius Rufus


4. Humor dan Sindiran untuk Menghibur dan Meyakinkan Juri


5. Penolakan atas Tuduhan Percobaan Pembunuhan


6. Serangan terhadap Pihak Lawan dan Motif Politik


7. Seruan kepada Moralitas dan Akal Sehat Juri


Gaya Retorika Cicero dalam Pro Caelio


Kesimpulan dan Keberhasilan Pidato


De Officiis (Tentang Kewajiban), karya Marcus Tullius Cicero yang merupakan panduan moral dan etika untuk menjalani kehidupan yang baik. Ditulis pada 44 SM, karya ini ditujukan untuk putranya, Marcus, tetapi relevansinya melampaui generasi.


1. Tiga Jenis Kewajiban

Cicero membagi kewajiban menjadi tiga kategori utama:


2. Empat Kebajikan Utama

Cicero menekankan pentingnya empat kebajikan utama (cardinal virtues) sebagai dasar moralitas dan tindakan manusia:


3. Keadilan Sebagai Kebajikan Tertinggi


4. Hubungan Antara Moralitas dan Manfaat


5. Pentingnya Kehidupan Publik


6. Etika dalam Hubungan Antar Manusia


7. Menghindari Kesalahan dalam Mengejar Manfaat


8. Pentingnya Keteladanan


9. Filosofi Stoik dalam De Officiis


10. Penutup: Hidup yang Selaras dengan Kebajikan


Pesan Utama: Hidup dengan Kewajiban


De Legibus (Tentang Hukum), salah satu karya utama Cicero yang membahas konsep hukum dan hubungannya dengan keadilan, moralitas, dan pemerintahan. Karya ini merupakan lanjutan dari diskusi dalam De Re Publica dan berusaha memberikan panduan filosofis tentang hukum sebagai dasar negara.


1. Hubungan Antara Hukum dan Alam (Lex Naturalis)


2. Hukum sebagai Dasar Kehidupan Bermasyarakat


3. Pentingnya Moralitas dalam Hukum


4. Sumber Hukum: Akal dan Rasio


5. Peran Negara dalam Menegakkan Hukum


6. Struktur Hukum: Campuran Tiga Elemen


7. Kewajiban Warga Negara terhadap Hukum


8. Pendidikan dan Pemahaman Hukum


9. Hubungan Hukum dengan Agama


10. Diskusi tentang Konstitusi Ideal


11. Pentingnya Tradisi dan Kebijaksanaan Leluhur


12. Penutup: Hukum sebagai Jalan Menuju Kehidupan Bermakna


Kesimpulan Utama dari De Legibus


In Verrem, serangkaian pidato yang disampaikan oleh Marcus Tullius Cicero dalam kasus pengadilan melawan Gaius Verres, mantan gubernur provinsi Sisilia yang dituduh melakukan korupsi besar-besaran, penindasan, dan penyalahgunaan kekuasaan. Karya ini terdiri dari beberapa pidato yang menunjukkan kecemerlangan retorika Cicero dan kecaman keras terhadap ketidakadilan.


Latar Belakang


Struktur In Verrem

Karya ini terdiri dari 6 pidato (5 di antaranya dirancang untuk dibacakan jika sidang berlangsung penuh). Hanya pidato pertama yang benar-benar disampaikan di pengadilan karena Verres memilih melarikan diri ke pengasingan setelah itu.


Poin-Poin Penting dari In Verrem:

1. Pidato Pertama (Actio Prima): Pengantar Kasus


2. Pidato Kedua (Actio Secunda): Tuduhan Spesifik terhadap Verres

Pidato kedua terdiri dari lima bagian, masing-masing menguraikan aspek tertentu dari korupsi dan kejahatan Verres.


2.1. De Praetura Urbana (Masa Jabatan Verres sebagai Praetor di Roma)


2.2. De Jurisdictione Siciliensi (Penyalahgunaan Kekuasaan di Sisilia)


2.3. De Re Frumentaria (Penggelapan Pasokan Gandum)


2.4. De Signis (Pencurian Seni dan Artefak)


2.5. De Suppliciis (Penyalahgunaan Kekuasaan dan Hukuman)


3. Fokus pada Integritas Sistem Hukum


4. Retorika Cicero: Strategi dan Gaya


5. Akhir Kasus: Pengasingan Verres


Pesan Utama dari In Verrem